Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Pertama (Micahel) Part 3

Sebel, kesel dan merasa jadi orang paling sial sedunia, itulah perasaaan yang mungkin bisa menggambarkan persaaanku saat ini, bagaimana tidak aku ternyata harus satu meja dengan Dika mulai dari sekarang. Awalnya aku tidak menyangka bahwa ada rotasi tempat duduk tiap 3 bulan sekali, padahal awal masuk sekolah aku duduk di meja sendiri. Sebenarnya aku merasa risih dnegan sikap dika. Udah jorok gak sopan pula. Huhh,, tapi ga apa apa la, yang penting aku harus bisa mengikuti pelajaran dengan baik disini. Dika memang cowok yang paling bandel di sekolahan, bahkan dia sering ke sekolah hanya numpang tidur doang. Sewaktu pelajaran Sejarah, ada hal yang mengejutkan aku. Ternyata dia lumayan jago dibidang sejarah.  Dilihat lihat, ternyata dika cowok yang lumayan ganteng juga, asal penampilannya lebih rapi aja hehhe.
            Jam istirahat pun dimulai, aku langsung bergegas ke kantin, karena kau tahu pasti micahel ada disana. Nah, benar kan. Dia ada disana. Micahel terlihat sedang mendengarkan musik dan sambil main hp. Tak berpikir lama aku langsung menghampiri micahel, “hei, kok kamu engga pesen makanan”, ujarku ke micahel. Dia mejawab, “males, lagi engga laper”. Hihh ini cowok cuek banget sihh. Kenapa juga aku bisa suka sama dia ???. ha? Suka?. Aku tadi bilang suka?. Ahh tidak mungkin. Tapi tidak bisa dipungkiri lagi mungkin aku beneran suka sama micahel. Secara dia satu satunya cowok yang pernah menyelamatkan aku. Dia juga yang mengajarkan aku untuk tidak menutup diri dengan lingkungan. Sampai suatu ketika waktu aku dan micahel pergi ke taman kelinci, dia bilang ke aku. “shila, aku suka sama kamu, memang aku bukan cowok yang romantis, aku juga buka cowok yang bisa menggombal dan menebar pesona ke cewek cewek, namun dari awal aku melihat kamu, aku tertarik sama kamu, walaupun pada saat itu aku belum memiliki rasa cinta sama kamu. Dia semakin dalam menatap mata aku, dengan mata yang berkilauan, dia nembak aku. “shila. Maukah kamu jadi pacar aku ?”. aku  bingung, ini benarkah micahel menyatakn cinta ama aku apa aku yang salah dengar sihh.. tapi tanpa berpikir panjang aku bilang dengan malu malu “iya micahel, aku juga sayang sama kamu, aku mau jadi pacar kamu. Dan mulai saat itulah kita berpacaran.
            Sebagai ceweknya micahel, aku juga harus mendalami karakter dia dan aku juga ingin tahu gimana kehidupan dia dan keluarganya. Pada saat itu aku minta pada micahel untuk main kerumah dia, awalnya sih dia menolak. Aku juga gak tau alasnnya mengapa. Tapi setelah aku bujuk, sedikit mendesak sih. Akhirnya dia mau juga membawa aku ke rumahnya dan mengenalkan aku dengan keluarganya. Sesampainya dirumah micahel, aku bertemu dengan seorang wanita yang sedang duduk di teras, dia ternyata ibu tiri dari micahel. Ya, ayah micahel ternyata sudah menikah lagi. Aku tau kalo dia ibu tiri micahel setalah, wanita tersebut memperkenalkan diri. Mungkin hubungan antara micahel dangan ibu tiriny tidak baik, sehingga terlihat tidak akur. Aku tidak tahu benar atau tidak ya tentang ibu tiri micahel, tapi dia bersikap baik sama aku, dan dia juga orang yang ramah menurutku. Aku diajak masuk ke dalam. Micahel masuk ke kamarnya, dan aku menunggu dia di ruang tamunya. Aku dengan ibu tiri micahel saling ngobrol dan bercanda. Sampai micahel memanggilku, dia mengajakku melihat kamarnya, mungkin dia tidak suka melihat aku akur dengan ibu tiriya. Di dalam kamar micahel, wow semua sangat tertata rapi. Walaupun dia seorang cowok tapi dia memilik kamar yang bersih dan rapi. Dan yang mencuri perhatianku adalah alat musik akustik yang dia miliki. Semua dijajarkan dengan rapi. Lalu micahel bilang sesuatu sama aku, “shila, aku ada kejutan buat kamu, tapi kamu harus jaga ini baik baik ya. Aku semakin penasaran. Setelah aku memejamkan mata karena micahel menyuruh aku untuk tutup mata, dan saat aku buka, ternyata ada sebuah gitar akustik . gitar itu diberikan ke aku, micahel bilang kalau gitar itu cocok buat aku. Kebetulan juga aku sama micahel memiliki kesukaan yans sama dibidang musik. Mulai saat itu gitar yang diberikan micahel, selalu aku rawat dan menajdi gitar favorit aku dirumah. 

Rabu, 08 Juli 2015

Cinta Pertama ( Micahel ) Part 2

Hari demi hari pun berlalu, aku pun mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar aku. Hubungan aku dengan Micahel pun semakin akrab dan dekat. Ternyata selama ini dia terlihat dingin dan cuek karen dia menyembunyikan masalah yang mungkin berat bagi dia. Micahel adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Sedangkan adik yang dia sayangi tinggal bersama ibu kandungnya. Micahel seperti tidak bahagia dengan keluarga barunya. Beberapa kali aku melihat dia melamun, mungkin dia sedang memikirkan keluarganya ataupun adik yang dia sayangi. Di Namba aku mulai mengenal lingkungan sekitar aku, berkat Micahel lah yang mengajariku tentang bagaimana menyikapi siswa siswa yang berandalan.
Sampai suatu hari, aku diajak Micahel ke tempat yang begitu indah. Yap, inilah tempat kesukaan dia. Di tempat inilah aku melihat pribadi Micahel yang berbeda. Ternyata dia jago memainkan alat musik. Aku sempat heran, kalo cowok sedingin dia menyukai alat musik klasik. Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar. Itu sepenggal kalimat yang dia nanyikan bersama gesekan biola dia. Aku menatap dalam ke arah matanya, di begitu tampan. Dia juga perhatian ke aku, bahkan disaat semua orang menjauhiku, masih ada orang yang melindungiku. Aku sempat bertanya pada diriku sendiri, “apakah aku suka pada dia, apa jangan – jangan aku cinta ke Micahel. Jujur saja aku masih takut mengutarakan apa perasaanku ini. Karena aku terus memandangi wajah Micahel, dia lalu bertanya padaku “ada apa shila?, ada yang salah ya dengan aku ? kenapa kamu melihat aku seperti itu ?”. dengan gugup aku menjawab, “gak apa apa kok, aku tadi terbawa ama lagu yang kamu bawain tadi, hehhe”. Hari pun beranjak sore, aku dan Micahel memutuskan untuk pulang. Huh, ternyata di kota baruku ini ada tempat yang begitu indah, ntah apa dari tempatnya atau dari lantunan suara dia akupun juga tidak tahu. Pokoknya hari ini sangat indah lah buat aku.
“disekolah”. Aku pernah berpikir, ini sekolahan kok tidak teratur begini ya, apa memang semuanya serba cuek disini. Bahkan siswa siswinya saja pada tidak patuh pada peraturan. Tapi bagiku yang penting aku harus cepat cepat lulus dari sini. kali ini ada pelajaran yang aku sukai, yaitu pelajaran musik. Yap, hanya dikelas inilah yang paling banyak siswanya, beda banget sama kelas fisika dan kimia. Huh... waktu dikelas musik, kita diumumkan untuk membuat suatu project yang berkaitan tentang musik. Tapi sialnya, aku tidak di kelompokan dengan micahel. Walaupun aku sudah beberapa bulan disini, namun aku belum mengenal satu dengan yang lain. Bahkan aku juga tidak tahu nama satu kelompokku. Yang aku tau cuma Dika, cowok yang hampir melecehkan aku dulu. Aku tidak akan pernah melupakan sikap dia. Seperti sudah jatuh, tertimpa tangga. Udah engga satu kelompok sama Micahel, eh malah dimasukin di kelompoknya Dika. Bel sekolah akhirnya berbunyi. Seperti biasa para siswa pun cepat cepat meninggalkan ruang kelas. Namun, saat itu si Dika tiba-tiba menghampiri aku dan berkata “ heh, lu cewek sok cantik dan sok suci. Lu kan temen satu project gue. Jadi lu harus ikut aturan kita. Jangan bikin aturan sendiri. Setelah mendengar perkataan dika, akupun hanya berlalu didepan dia dan menujukan sikap acuhku pada dia.
Ternyata di luar hujan, yah,, pulang telat lagi deh, mana ga bawa payung pula. Mungkin micahel bawa payung ya. Dengan penuh harap aku menunggu kedatangan dia. Dan setelah beberapa menit yang aku tunggu-tunggu pun datang. “micahel, kamu bawa payung tidak? Aku bareng kamu ya. Ujarku ke micahel. Dia menjawab “bawa kok, ayo pulang bareng”. Selama perjalanan aku ngobrol banyak dengan micahel. Juga termasuk aku mengutarakan kekesalanku kenapa aku harus satu project sama Dika. Dan micahel hanya menjawab, sudahlah nanti kamu juga bisa beradaptasi kok, kamu jangan hanya beradaptasi sama beberapa orang saja, kalo bisa kamu harus punya banyak teman disini. Lagi pula kamu kan cantik, “ujuar dia sambil mengombal ke aku. Sesampainya dirumah aku langsung membuka hp aku, dan ada sms dari nomor yang tidak aku kenal. Sms itu isinya “nanti sore jam 3 kumpul di cafe sebelah sekolah”. Ini pasti dari temen project aku. Yaudahlah, aku balas “iya”. Hhaha kelihatan cuek ya, emang sihh.



Selasa, 07 Juli 2015

Cinta Pertama ( Micahel ) Part 1

Ntah dari mana aku harus memulai cerita ini, aku seorang anak perempuan yang pendiam dan cenderung tertutup. Ya banyak orang yang menjauhiku karena sikap dan sifatku. Jangankan teman bermain, daerah sini saja akupun tidak tahu. Maklum lah, aku juga baru pindah beberapa hari ke sini.  Aku harus pindah karena ayahku dipindahkan kerja ke Namba. Awalnya aku tidak kenal dengan teman teman satu sama lainnya. Hingga suatu ketika terjadi sesuatu yang mengubah keadaan.
Waktu itu aku sedang berjalan menuju ke stasiun kereta bawah tanah, di sana aku melihat banyak anak muda yang masih mengenakan seragam sedang nongkorong sambil melakukan hal yang tidak sewajarnya. Jujur, semua ini jauh dari bayanganku. Aku kira tempat ini senyaman cerita orang, tapi ternyata di sini banyak orang yang dingin dan menakutkan bagiku. Selama diperjalanan aku hanya duduk dan memperhatikan sekitarku. Seperti biasanya, di dalam kereta aku hanya duduk dan mendengarkan musik. Aku memilih menggunkana kereta listrik karena disini masyarakatnya lebih suka menggunkan kereta sebagai transportasi umum.
Setelah 30 menit perjalanan, sampailah aku di sekolahanku yang baru, eumm... ga baru baru amat sih soalnya aku udah 3 minggu di sekolah ini. Sekolahku yang baru ini memang bukan salahsatu sekolah yang terkenal di sini. Waktu itu, aku berjalan menuju kelas yang tidak terpakai. Disini memang banyak kelas yang tidak terpakai. Aku berjalan sendiri, tiba-tiba aku melihat banyak siswa-siswa yang pada mabuk dan banyak yang tidur di ruangan itu. Jujur, aku takut untuk melewati kelas tersebut. Aku lihat ada siswi perempuan yang dipaksa menemani siswa tersebut untuk melayaninya. Aku sangat takut. Dari belakangku ada pria yang lari menabrak aku, ternyata dia sedang bertengakar denga siswa lainnya. Langkah kakiku percepat, dan sewaktu aku menaiki tangga, aku melihat ada cowok yang duduk di sudut tangga itu. Dia melihat dingin ke arahku, akupun terus pura-pura tidak megetahui dirinya.
Jam pelajaran pun telah berakhir, sekolah ini tidak seperti sekolah biasa. Banyangkan saja, di kelas hanya ada 4 orang yang mengikuti pelajaran. Padahal satu kelas berisikan 20-30 siswa. Huh, aku harus melewati kelas kosong tadi. Aku takut terjadi sesuatu padaku. Dan benar, kali ini aku ditarik oleh salah satu cowok disitu. Dengan genganman tangan yang perat di lenganku, dia berkata “ heh anak baru, kamu ga usah takut ama kamu !, ternyata kamu cantik juga ya. Aku semakin takut dibuatnya, matanya menatap tajam ke arahku. Dia berbisik ke arahku “kamu mau kan melayaniku ?”. aku mencoba melepaskan tanganku dari cengkraman dia. Aku berteriak “Tolonggg.. tolongg lepaskan aku, tolonggg.... . Tiba-tiba ada seorang cowok yang memukul wajah orang tadi. Aku langsung mencoba pergi dari situ. Cowok yang menolongku tadi berkata “kamu jangan pergi jauh-jauh dari sini, bahaya ! tunggu aku. Aku tidak bisa berbuat apa apa, aku mau pergi tapi aku takut dengan omongan cowok tadi. Samapi akhirnya cowok yang menyelamatakan aku tadi mendatangiku dan mulai mengajakku pergi dari kelas kosong tersebut.
Aku sebenarnya masih tidak percaya dengan dia, aku takut dia seperti yang lain hanya menginginkan tubuhku. Dia menarik tanganku dan mengajakku pergi berlari. Dan akhirnya aku bilang “stop !, kamu mau bawa aku ke mana?. Jangan apa-apakan aku. Dia pun berhenti dan memandang dingin ke aku sambil berkata “aku akan mengajakmu ke tempat yang aman dan satu lagi aku tidak akan ngapa-ngapain kamu !”. sesampainya diruang kelas yang seperti tidak terurus, aku dan dia masuk ke dalam kelas itu. Setelah aku amati lagi, ternyata dia cowok yang duduk di sudut tanggan dan memandang sinis ke arahku tadi. Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya ke dia “kenapa kita kesini? Terus, bukankah kamu tadi yang duduk di sudut tangga itu ya ?. dia menjawab “ ya, aku yang ada di tanggan tadi. Aku Cuma menyelamatkan kamu di sini aman.
Dia bernama, Michael. Dia juga satu kelas denganku, namun aku tidak pernah melihat dia. Dengan baju yang basah, dia lalu membuka bajunya. Pikiran negatifku pun keluar. “ apa jangan jangan dia seperti cowok tadi, tidak, aku tidak mau !. Dengan suara keras aku berkata “ngapain kamu buka baju segala ?”. dia menjawab “bajuku basah, dan ini tidak nyaman buat aku. Dia memang terlihat keleahan, mungkin sehabis bertengkar untuk menyelamatakan aku tadi. Akhirnya aku memperkenalkan diri pada Micahel, nama aku Shila. Di terlihat kecapekan, dia mensandarkan kepalanya di kaki meja. Aku terus memperhatikan dia. Aku bertanya pada Micahel, kita sampai kapan di sini? dia diam saja. Lalu aku bertanya lagi dengan dia, kita sampai kapan disini Michael ??. dia menjawab, sampai nanti malam. Biasanya mereka sudah pulang jika malam hari.

Malam pun sudah tiba, aku dan Micahel memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata masih ada beberapa orang di sekolahan. Semoga saja tidak terjadi apa apa. Ada teman Micahel yang menanyakan, “He Michael, itu siapa? Pacarmu?. Micahel menjawab “iya”. Aku tidak tahu kenapa Micahel menjawab seperti itu. Diperjalaan pulang, Micahel berkata “jangan berpikir buruk tentang perkataanku tadi, aku hanya mau melindungimu”. Sesampainya di rumah aku tidak bisa melupakan Micahel, dia begitu berani untuk menolongku. Sebenarnya aku ingin sekali pindah dari sekolah itu, tapi jika aku pindah berati aku tidak bisa bertemu Micahel lagi dong.. huhh