Sebel,
kesel dan merasa jadi orang paling sial sedunia, itulah perasaaan yang mungkin
bisa menggambarkan persaaanku saat ini, bagaimana tidak aku ternyata harus satu
meja dengan Dika mulai dari sekarang. Awalnya aku tidak menyangka bahwa ada
rotasi tempat duduk tiap 3 bulan sekali, padahal awal masuk sekolah aku duduk
di meja sendiri. Sebenarnya aku merasa risih dnegan sikap dika. Udah jorok gak
sopan pula. Huhh,, tapi ga apa apa la, yang penting aku harus bisa mengikuti
pelajaran dengan baik disini. Dika memang cowok yang paling bandel di
sekolahan, bahkan dia sering ke sekolah hanya numpang tidur doang. Sewaktu
pelajaran Sejarah, ada hal yang mengejutkan aku. Ternyata dia lumayan jago
dibidang sejarah. Dilihat lihat,
ternyata dika cowok yang lumayan ganteng juga, asal penampilannya lebih rapi
aja hehhe.
Jam istirahat pun dimulai, aku langsung bergegas ke
kantin, karena kau tahu pasti micahel ada disana. Nah, benar kan. Dia ada
disana. Micahel terlihat sedang mendengarkan musik dan sambil main hp. Tak berpikir
lama aku langsung menghampiri micahel, “hei, kok kamu engga pesen makanan”,
ujarku ke micahel. Dia mejawab, “males, lagi engga laper”. Hihh ini cowok cuek
banget sihh. Kenapa juga aku bisa suka sama dia ???. ha? Suka?. Aku tadi bilang
suka?. Ahh tidak mungkin. Tapi tidak bisa dipungkiri lagi mungkin aku beneran
suka sama micahel. Secara dia satu satunya cowok yang pernah menyelamatkan aku.
Dia juga yang mengajarkan aku untuk tidak menutup diri dengan lingkungan.
Sampai suatu ketika waktu aku dan micahel pergi ke taman kelinci, dia bilang ke
aku. “shila, aku suka sama kamu, memang aku bukan cowok yang romantis, aku juga
buka cowok yang bisa menggombal dan menebar pesona ke cewek cewek, namun dari
awal aku melihat kamu, aku tertarik sama kamu, walaupun pada saat itu aku belum
memiliki rasa cinta sama kamu. Dia semakin dalam menatap mata aku, dengan mata
yang berkilauan, dia nembak aku. “shila. Maukah kamu jadi pacar aku ?”.
aku bingung, ini benarkah micahel
menyatakn cinta ama aku apa aku yang salah dengar sihh.. tapi tanpa berpikir
panjang aku bilang dengan malu malu “iya micahel, aku juga sayang sama kamu,
aku mau jadi pacar kamu. Dan mulai saat itulah kita berpacaran.
Sebagai
ceweknya micahel, aku juga harus mendalami karakter dia dan aku juga ingin tahu
gimana kehidupan dia dan keluarganya. Pada saat itu aku minta pada micahel
untuk main kerumah dia, awalnya sih dia menolak. Aku juga gak tau alasnnya
mengapa. Tapi setelah aku bujuk, sedikit mendesak sih. Akhirnya dia mau juga
membawa aku ke rumahnya dan mengenalkan aku dengan keluarganya. Sesampainya
dirumah micahel, aku bertemu dengan seorang wanita yang sedang duduk di teras,
dia ternyata ibu tiri dari micahel. Ya, ayah micahel ternyata sudah menikah
lagi. Aku tau kalo dia ibu tiri micahel setalah, wanita tersebut memperkenalkan
diri. Mungkin hubungan antara micahel dangan ibu tiriny tidak baik, sehingga
terlihat tidak akur. Aku tidak tahu benar atau tidak ya tentang ibu tiri
micahel, tapi dia bersikap baik sama aku, dan dia juga orang yang ramah menurutku.
Aku diajak masuk ke dalam. Micahel masuk ke kamarnya, dan aku menunggu dia di
ruang tamunya. Aku dengan ibu tiri micahel saling ngobrol dan bercanda. Sampai
micahel memanggilku, dia mengajakku melihat kamarnya, mungkin dia tidak suka
melihat aku akur dengan ibu tiriya. Di dalam kamar micahel, wow semua sangat
tertata rapi. Walaupun dia seorang cowok tapi dia memilik kamar yang bersih dan
rapi. Dan yang mencuri perhatianku adalah alat musik akustik yang dia miliki.
Semua dijajarkan dengan rapi. Lalu micahel bilang sesuatu sama aku, “shila, aku
ada kejutan buat kamu, tapi kamu harus jaga ini baik baik ya. Aku semakin
penasaran. Setelah aku memejamkan mata karena micahel menyuruh aku untuk tutup
mata, dan saat aku buka, ternyata ada sebuah gitar akustik . gitar itu
diberikan ke aku, micahel bilang kalau gitar itu cocok buat aku. Kebetulan juga
aku sama micahel memiliki kesukaan yans sama dibidang musik. Mulai saat itu
gitar yang diberikan micahel, selalu aku rawat dan menajdi gitar favorit aku
dirumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar