Ntah
dari mana aku harus memulai cerita ini, aku seorang anak perempuan yang pendiam
dan cenderung tertutup. Ya banyak orang yang menjauhiku karena sikap dan
sifatku. Jangankan teman bermain, daerah sini saja akupun tidak tahu. Maklum lah,
aku juga baru pindah beberapa hari ke sini. Aku harus pindah karena ayahku dipindahkan
kerja ke Namba. Awalnya aku tidak kenal dengan teman teman satu sama lainnya. Hingga
suatu ketika terjadi sesuatu yang mengubah keadaan.
Waktu
itu aku sedang berjalan menuju ke stasiun kereta bawah tanah, di sana aku
melihat banyak anak muda yang masih mengenakan seragam sedang nongkorong sambil
melakukan hal yang tidak sewajarnya. Jujur, semua ini jauh dari bayanganku. Aku
kira tempat ini senyaman cerita orang, tapi ternyata di sini banyak orang yang
dingin dan menakutkan bagiku. Selama diperjalanan aku hanya duduk dan
memperhatikan sekitarku. Seperti biasanya, di dalam kereta aku hanya duduk dan
mendengarkan musik. Aku memilih menggunkana kereta listrik karena disini
masyarakatnya lebih suka menggunkan kereta sebagai transportasi umum.
Setelah
30 menit perjalanan, sampailah aku di sekolahanku yang baru, eumm... ga baru
baru amat sih soalnya aku udah 3 minggu di sekolah ini. Sekolahku yang baru ini
memang bukan salahsatu sekolah yang terkenal di sini. Waktu itu, aku berjalan
menuju kelas yang tidak terpakai. Disini memang banyak kelas yang tidak
terpakai. Aku berjalan sendiri, tiba-tiba aku melihat banyak siswa-siswa yang
pada mabuk dan banyak yang tidur di ruangan itu. Jujur, aku takut untuk
melewati kelas tersebut. Aku lihat ada siswi perempuan yang dipaksa menemani
siswa tersebut untuk melayaninya. Aku sangat takut. Dari belakangku ada pria
yang lari menabrak aku, ternyata dia sedang bertengakar denga siswa lainnya. Langkah
kakiku percepat, dan sewaktu aku menaiki tangga, aku melihat ada cowok yang
duduk di sudut tangga itu. Dia melihat dingin ke arahku, akupun terus pura-pura
tidak megetahui dirinya.
Jam
pelajaran pun telah berakhir, sekolah ini tidak seperti sekolah biasa. Banyangkan
saja, di kelas hanya ada 4 orang yang mengikuti pelajaran. Padahal satu kelas
berisikan 20-30 siswa. Huh, aku harus melewati kelas kosong tadi. Aku takut
terjadi sesuatu padaku. Dan benar, kali ini aku ditarik oleh salah satu cowok
disitu. Dengan genganman tangan yang perat di lenganku, dia berkata “ heh anak
baru, kamu ga usah takut ama kamu !, ternyata kamu cantik juga ya. Aku semakin
takut dibuatnya, matanya menatap tajam ke arahku. Dia berbisik ke arahku “kamu
mau kan melayaniku ?”. aku mencoba melepaskan tanganku dari cengkraman dia. Aku
berteriak “Tolonggg.. tolongg lepaskan aku, tolonggg.... . Tiba-tiba ada
seorang cowok yang memukul wajah orang tadi. Aku langsung mencoba pergi dari
situ. Cowok yang menolongku tadi berkata “kamu jangan pergi jauh-jauh dari
sini, bahaya ! tunggu aku. Aku tidak bisa berbuat apa apa, aku mau pergi tapi
aku takut dengan omongan cowok tadi. Samapi akhirnya cowok yang menyelamatakan
aku tadi mendatangiku dan mulai mengajakku pergi dari kelas kosong tersebut.
Aku
sebenarnya masih tidak percaya dengan dia, aku takut dia seperti yang lain
hanya menginginkan tubuhku. Dia menarik tanganku dan mengajakku pergi berlari. Dan
akhirnya aku bilang “stop !, kamu mau bawa aku ke mana?. Jangan apa-apakan aku.
Dia pun berhenti dan memandang dingin ke aku sambil berkata “aku akan
mengajakmu ke tempat yang aman dan satu lagi aku tidak akan ngapa-ngapain kamu
!”. sesampainya diruang kelas yang seperti tidak terurus, aku dan dia masuk ke
dalam kelas itu. Setelah aku amati lagi, ternyata dia cowok yang duduk di sudut
tanggan dan memandang sinis ke arahku tadi. Aku mulai memberanikan diri untuk
bertanya ke dia “kenapa kita kesini? Terus, bukankah kamu tadi yang duduk di
sudut tangga itu ya ?. dia menjawab “ ya, aku yang ada di tanggan tadi. Aku Cuma
menyelamatkan kamu di sini aman.
Dia
bernama, Michael. Dia juga satu kelas denganku, namun aku tidak pernah melihat
dia. Dengan baju yang basah, dia lalu membuka bajunya. Pikiran negatifku pun
keluar. “ apa jangan jangan dia seperti cowok tadi, tidak, aku tidak mau !.
Dengan suara keras aku berkata “ngapain kamu buka baju segala ?”. dia menjawab “bajuku
basah, dan ini tidak nyaman buat aku. Dia memang terlihat keleahan, mungkin
sehabis bertengkar untuk menyelamatakan aku tadi. Akhirnya aku memperkenalkan
diri pada Micahel, nama aku Shila. Di terlihat kecapekan, dia mensandarkan
kepalanya di kaki meja. Aku terus memperhatikan dia. Aku bertanya pada Micahel,
kita sampai kapan di sini? dia diam saja. Lalu aku bertanya lagi dengan dia,
kita sampai kapan disini Michael ??. dia menjawab, sampai nanti malam. Biasanya
mereka sudah pulang jika malam hari.
Malam
pun sudah tiba, aku dan Micahel memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata masih
ada beberapa orang di sekolahan. Semoga saja tidak terjadi apa apa. Ada teman
Micahel yang menanyakan, “He Michael, itu siapa? Pacarmu?. Micahel menjawab “iya”.
Aku tidak tahu kenapa Micahel menjawab seperti itu. Diperjalaan pulang, Micahel
berkata “jangan berpikir buruk tentang perkataanku tadi, aku hanya mau
melindungimu”. Sesampainya di rumah aku tidak bisa melupakan Micahel, dia
begitu berani untuk menolongku. Sebenarnya aku ingin sekali pindah dari sekolah
itu, tapi jika aku pindah berati aku tidak bisa bertemu Micahel lagi dong..
huhh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar