Selasa, 07 Juli 2015

Cinta Pertama ( Micahel ) Part 1

Ntah dari mana aku harus memulai cerita ini, aku seorang anak perempuan yang pendiam dan cenderung tertutup. Ya banyak orang yang menjauhiku karena sikap dan sifatku. Jangankan teman bermain, daerah sini saja akupun tidak tahu. Maklum lah, aku juga baru pindah beberapa hari ke sini.  Aku harus pindah karena ayahku dipindahkan kerja ke Namba. Awalnya aku tidak kenal dengan teman teman satu sama lainnya. Hingga suatu ketika terjadi sesuatu yang mengubah keadaan.
Waktu itu aku sedang berjalan menuju ke stasiun kereta bawah tanah, di sana aku melihat banyak anak muda yang masih mengenakan seragam sedang nongkorong sambil melakukan hal yang tidak sewajarnya. Jujur, semua ini jauh dari bayanganku. Aku kira tempat ini senyaman cerita orang, tapi ternyata di sini banyak orang yang dingin dan menakutkan bagiku. Selama diperjalanan aku hanya duduk dan memperhatikan sekitarku. Seperti biasanya, di dalam kereta aku hanya duduk dan mendengarkan musik. Aku memilih menggunkana kereta listrik karena disini masyarakatnya lebih suka menggunkan kereta sebagai transportasi umum.
Setelah 30 menit perjalanan, sampailah aku di sekolahanku yang baru, eumm... ga baru baru amat sih soalnya aku udah 3 minggu di sekolah ini. Sekolahku yang baru ini memang bukan salahsatu sekolah yang terkenal di sini. Waktu itu, aku berjalan menuju kelas yang tidak terpakai. Disini memang banyak kelas yang tidak terpakai. Aku berjalan sendiri, tiba-tiba aku melihat banyak siswa-siswa yang pada mabuk dan banyak yang tidur di ruangan itu. Jujur, aku takut untuk melewati kelas tersebut. Aku lihat ada siswi perempuan yang dipaksa menemani siswa tersebut untuk melayaninya. Aku sangat takut. Dari belakangku ada pria yang lari menabrak aku, ternyata dia sedang bertengakar denga siswa lainnya. Langkah kakiku percepat, dan sewaktu aku menaiki tangga, aku melihat ada cowok yang duduk di sudut tangga itu. Dia melihat dingin ke arahku, akupun terus pura-pura tidak megetahui dirinya.
Jam pelajaran pun telah berakhir, sekolah ini tidak seperti sekolah biasa. Banyangkan saja, di kelas hanya ada 4 orang yang mengikuti pelajaran. Padahal satu kelas berisikan 20-30 siswa. Huh, aku harus melewati kelas kosong tadi. Aku takut terjadi sesuatu padaku. Dan benar, kali ini aku ditarik oleh salah satu cowok disitu. Dengan genganman tangan yang perat di lenganku, dia berkata “ heh anak baru, kamu ga usah takut ama kamu !, ternyata kamu cantik juga ya. Aku semakin takut dibuatnya, matanya menatap tajam ke arahku. Dia berbisik ke arahku “kamu mau kan melayaniku ?”. aku mencoba melepaskan tanganku dari cengkraman dia. Aku berteriak “Tolonggg.. tolongg lepaskan aku, tolonggg.... . Tiba-tiba ada seorang cowok yang memukul wajah orang tadi. Aku langsung mencoba pergi dari situ. Cowok yang menolongku tadi berkata “kamu jangan pergi jauh-jauh dari sini, bahaya ! tunggu aku. Aku tidak bisa berbuat apa apa, aku mau pergi tapi aku takut dengan omongan cowok tadi. Samapi akhirnya cowok yang menyelamatakan aku tadi mendatangiku dan mulai mengajakku pergi dari kelas kosong tersebut.
Aku sebenarnya masih tidak percaya dengan dia, aku takut dia seperti yang lain hanya menginginkan tubuhku. Dia menarik tanganku dan mengajakku pergi berlari. Dan akhirnya aku bilang “stop !, kamu mau bawa aku ke mana?. Jangan apa-apakan aku. Dia pun berhenti dan memandang dingin ke aku sambil berkata “aku akan mengajakmu ke tempat yang aman dan satu lagi aku tidak akan ngapa-ngapain kamu !”. sesampainya diruang kelas yang seperti tidak terurus, aku dan dia masuk ke dalam kelas itu. Setelah aku amati lagi, ternyata dia cowok yang duduk di sudut tanggan dan memandang sinis ke arahku tadi. Aku mulai memberanikan diri untuk bertanya ke dia “kenapa kita kesini? Terus, bukankah kamu tadi yang duduk di sudut tangga itu ya ?. dia menjawab “ ya, aku yang ada di tanggan tadi. Aku Cuma menyelamatkan kamu di sini aman.
Dia bernama, Michael. Dia juga satu kelas denganku, namun aku tidak pernah melihat dia. Dengan baju yang basah, dia lalu membuka bajunya. Pikiran negatifku pun keluar. “ apa jangan jangan dia seperti cowok tadi, tidak, aku tidak mau !. Dengan suara keras aku berkata “ngapain kamu buka baju segala ?”. dia menjawab “bajuku basah, dan ini tidak nyaman buat aku. Dia memang terlihat keleahan, mungkin sehabis bertengkar untuk menyelamatakan aku tadi. Akhirnya aku memperkenalkan diri pada Micahel, nama aku Shila. Di terlihat kecapekan, dia mensandarkan kepalanya di kaki meja. Aku terus memperhatikan dia. Aku bertanya pada Micahel, kita sampai kapan di sini? dia diam saja. Lalu aku bertanya lagi dengan dia, kita sampai kapan disini Michael ??. dia menjawab, sampai nanti malam. Biasanya mereka sudah pulang jika malam hari.

Malam pun sudah tiba, aku dan Micahel memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata masih ada beberapa orang di sekolahan. Semoga saja tidak terjadi apa apa. Ada teman Micahel yang menanyakan, “He Michael, itu siapa? Pacarmu?. Micahel menjawab “iya”. Aku tidak tahu kenapa Micahel menjawab seperti itu. Diperjalaan pulang, Micahel berkata “jangan berpikir buruk tentang perkataanku tadi, aku hanya mau melindungimu”. Sesampainya di rumah aku tidak bisa melupakan Micahel, dia begitu berani untuk menolongku. Sebenarnya aku ingin sekali pindah dari sekolah itu, tapi jika aku pindah berati aku tidak bisa bertemu Micahel lagi dong.. huhh 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar