Hari
demi hari pun berlalu, aku pun mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar aku.
Hubungan aku dengan Micahel pun semakin akrab dan dekat. Ternyata selama ini
dia terlihat dingin dan cuek karen dia menyembunyikan masalah yang mungkin
berat bagi dia. Micahel adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia tinggal
bersama ayah dan ibu tirinya. Sedangkan adik yang dia sayangi tinggal bersama
ibu kandungnya. Micahel seperti tidak bahagia dengan keluarga barunya. Beberapa
kali aku melihat dia melamun, mungkin dia sedang memikirkan keluarganya ataupun
adik yang dia sayangi. Di Namba aku mulai mengenal lingkungan sekitar aku,
berkat Micahel lah yang mengajariku tentang bagaimana menyikapi siswa siswa
yang berandalan.
Sampai
suatu hari, aku diajak Micahel ke tempat yang begitu indah. Yap, inilah tempat
kesukaan dia. Di tempat inilah aku melihat pribadi Micahel yang berbeda. Ternyata
dia jago memainkan alat musik. Aku sempat heran, kalo cowok sedingin dia
menyukai alat musik klasik. Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini
akan tegar. Itu sepenggal kalimat yang dia nanyikan bersama gesekan biola dia. Aku
menatap dalam ke arah matanya, di begitu tampan. Dia juga perhatian ke aku,
bahkan disaat semua orang menjauhiku, masih ada orang yang melindungiku. Aku sempat
bertanya pada diriku sendiri, “apakah aku suka pada dia, apa jangan – jangan aku
cinta ke Micahel. Jujur saja aku masih takut mengutarakan apa perasaanku ini. Karena
aku terus memandangi wajah Micahel, dia lalu bertanya padaku “ada apa shila?,
ada yang salah ya dengan aku ? kenapa kamu melihat aku seperti itu ?”. dengan
gugup aku menjawab, “gak apa apa kok, aku tadi terbawa ama lagu yang kamu
bawain tadi, hehhe”. Hari pun beranjak sore, aku dan Micahel memutuskan untuk
pulang. Huh, ternyata di kota baruku ini ada tempat yang begitu indah, ntah apa
dari tempatnya atau dari lantunan suara dia akupun juga tidak tahu. Pokoknya hari
ini sangat indah lah buat aku.
“disekolah”.
Aku pernah berpikir, ini sekolahan kok tidak teratur begini ya, apa memang
semuanya serba cuek disini. Bahkan siswa siswinya saja pada tidak patuh pada
peraturan. Tapi bagiku yang penting aku harus cepat cepat lulus dari sini. kali
ini ada pelajaran yang aku sukai, yaitu pelajaran musik. Yap, hanya dikelas
inilah yang paling banyak siswanya, beda banget sama kelas fisika dan kimia. Huh...
waktu dikelas musik, kita diumumkan untuk membuat suatu project yang berkaitan
tentang musik. Tapi sialnya, aku tidak di kelompokan dengan micahel. Walaupun aku
sudah beberapa bulan disini, namun aku belum mengenal satu dengan yang lain. Bahkan
aku juga tidak tahu nama satu kelompokku. Yang aku tau cuma Dika, cowok yang
hampir melecehkan aku dulu. Aku tidak akan pernah melupakan sikap dia. Seperti sudah
jatuh, tertimpa tangga. Udah engga satu kelompok sama Micahel, eh malah
dimasukin di kelompoknya Dika. Bel sekolah akhirnya berbunyi. Seperti biasa
para siswa pun cepat cepat meninggalkan ruang kelas. Namun, saat itu si Dika
tiba-tiba menghampiri aku dan berkata “ heh, lu cewek sok cantik dan sok suci. Lu
kan temen satu project gue. Jadi lu harus ikut aturan kita. Jangan bikin aturan
sendiri. Setelah mendengar perkataan dika, akupun hanya berlalu didepan dia dan
menujukan sikap acuhku pada dia.
Ternyata
di luar hujan, yah,, pulang telat lagi deh, mana ga bawa payung pula. Mungkin micahel
bawa payung ya. Dengan penuh harap aku menunggu kedatangan dia. Dan setelah
beberapa menit yang aku tunggu-tunggu pun datang. “micahel, kamu bawa payung
tidak? Aku bareng kamu ya. Ujarku ke micahel. Dia menjawab “bawa kok, ayo pulang
bareng”. Selama perjalanan aku ngobrol banyak dengan micahel. Juga termasuk aku
mengutarakan kekesalanku kenapa aku harus satu project sama Dika. Dan micahel
hanya menjawab, sudahlah nanti kamu juga bisa beradaptasi kok, kamu jangan hanya
beradaptasi sama beberapa orang saja, kalo bisa kamu harus punya banyak teman
disini. Lagi pula kamu kan cantik, “ujuar dia sambil mengombal ke aku. Sesampainya
dirumah aku langsung membuka hp aku, dan ada sms dari nomor yang tidak aku
kenal. Sms itu isinya “nanti sore jam 3 kumpul di cafe sebelah sekolah”. Ini pasti
dari temen project aku. Yaudahlah, aku balas “iya”. Hhaha kelihatan cuek ya,
emang sihh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar