Rabu, 08 Juli 2015

Cinta Pertama ( Micahel ) Part 2

Hari demi hari pun berlalu, aku pun mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar aku. Hubungan aku dengan Micahel pun semakin akrab dan dekat. Ternyata selama ini dia terlihat dingin dan cuek karen dia menyembunyikan masalah yang mungkin berat bagi dia. Micahel adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Sedangkan adik yang dia sayangi tinggal bersama ibu kandungnya. Micahel seperti tidak bahagia dengan keluarga barunya. Beberapa kali aku melihat dia melamun, mungkin dia sedang memikirkan keluarganya ataupun adik yang dia sayangi. Di Namba aku mulai mengenal lingkungan sekitar aku, berkat Micahel lah yang mengajariku tentang bagaimana menyikapi siswa siswa yang berandalan.
Sampai suatu hari, aku diajak Micahel ke tempat yang begitu indah. Yap, inilah tempat kesukaan dia. Di tempat inilah aku melihat pribadi Micahel yang berbeda. Ternyata dia jago memainkan alat musik. Aku sempat heran, kalo cowok sedingin dia menyukai alat musik klasik. Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar. Itu sepenggal kalimat yang dia nanyikan bersama gesekan biola dia. Aku menatap dalam ke arah matanya, di begitu tampan. Dia juga perhatian ke aku, bahkan disaat semua orang menjauhiku, masih ada orang yang melindungiku. Aku sempat bertanya pada diriku sendiri, “apakah aku suka pada dia, apa jangan – jangan aku cinta ke Micahel. Jujur saja aku masih takut mengutarakan apa perasaanku ini. Karena aku terus memandangi wajah Micahel, dia lalu bertanya padaku “ada apa shila?, ada yang salah ya dengan aku ? kenapa kamu melihat aku seperti itu ?”. dengan gugup aku menjawab, “gak apa apa kok, aku tadi terbawa ama lagu yang kamu bawain tadi, hehhe”. Hari pun beranjak sore, aku dan Micahel memutuskan untuk pulang. Huh, ternyata di kota baruku ini ada tempat yang begitu indah, ntah apa dari tempatnya atau dari lantunan suara dia akupun juga tidak tahu. Pokoknya hari ini sangat indah lah buat aku.
“disekolah”. Aku pernah berpikir, ini sekolahan kok tidak teratur begini ya, apa memang semuanya serba cuek disini. Bahkan siswa siswinya saja pada tidak patuh pada peraturan. Tapi bagiku yang penting aku harus cepat cepat lulus dari sini. kali ini ada pelajaran yang aku sukai, yaitu pelajaran musik. Yap, hanya dikelas inilah yang paling banyak siswanya, beda banget sama kelas fisika dan kimia. Huh... waktu dikelas musik, kita diumumkan untuk membuat suatu project yang berkaitan tentang musik. Tapi sialnya, aku tidak di kelompokan dengan micahel. Walaupun aku sudah beberapa bulan disini, namun aku belum mengenal satu dengan yang lain. Bahkan aku juga tidak tahu nama satu kelompokku. Yang aku tau cuma Dika, cowok yang hampir melecehkan aku dulu. Aku tidak akan pernah melupakan sikap dia. Seperti sudah jatuh, tertimpa tangga. Udah engga satu kelompok sama Micahel, eh malah dimasukin di kelompoknya Dika. Bel sekolah akhirnya berbunyi. Seperti biasa para siswa pun cepat cepat meninggalkan ruang kelas. Namun, saat itu si Dika tiba-tiba menghampiri aku dan berkata “ heh, lu cewek sok cantik dan sok suci. Lu kan temen satu project gue. Jadi lu harus ikut aturan kita. Jangan bikin aturan sendiri. Setelah mendengar perkataan dika, akupun hanya berlalu didepan dia dan menujukan sikap acuhku pada dia.
Ternyata di luar hujan, yah,, pulang telat lagi deh, mana ga bawa payung pula. Mungkin micahel bawa payung ya. Dengan penuh harap aku menunggu kedatangan dia. Dan setelah beberapa menit yang aku tunggu-tunggu pun datang. “micahel, kamu bawa payung tidak? Aku bareng kamu ya. Ujarku ke micahel. Dia menjawab “bawa kok, ayo pulang bareng”. Selama perjalanan aku ngobrol banyak dengan micahel. Juga termasuk aku mengutarakan kekesalanku kenapa aku harus satu project sama Dika. Dan micahel hanya menjawab, sudahlah nanti kamu juga bisa beradaptasi kok, kamu jangan hanya beradaptasi sama beberapa orang saja, kalo bisa kamu harus punya banyak teman disini. Lagi pula kamu kan cantik, “ujuar dia sambil mengombal ke aku. Sesampainya dirumah aku langsung membuka hp aku, dan ada sms dari nomor yang tidak aku kenal. Sms itu isinya “nanti sore jam 3 kumpul di cafe sebelah sekolah”. Ini pasti dari temen project aku. Yaudahlah, aku balas “iya”. Hhaha kelihatan cuek ya, emang sihh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar